Putus Rantai Kemiskinan, Prof. Edi Slamet Irianto Usul Pembentukan Badan Pembangunan Ekonomi Desa RI
Jakarta-respondenees.com, Pengentasan kemiskinan rakyat desa jadi prioritas Presiden Prabowo Subianto. Bahkan beliau tegaskan ingin dipanggil Tuhan bersama rakyat miskin. Berbagai program unggulan Presiden difokuskan untuk memutus kemiskinan dan ketidakadilan ekonomi rakyat desa. Mulai dari Koperasi Merah Putih (KMP), MBG, Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP), dan Sekolah Rakyat. Kebijakan ini revolusioner, genuin dan spektakuler. Lebih dari itu, petani, nelayan, peternak, home industri (hulu), serta pasar rakyat, warung kelontong dan kuliner, PKL, usaha mikro (hilir) bisa terdongkarak maju dan unggul, serta rakyat desa keluar dari jeratan rentenir, ijon dan judi. Ujung dan akhirnya kemiskinan terputus dan rakyat desa sejahtera berkeadilan. Kebijakan-kebijakan tersebut, tentunya nembutuhkan anggaran negara yang besar, serta dan tata kelola yang baik, benar, dan tanpa korupsi. Bukan hanya itu, harus fokus dan transparan didukung tenologi digital. Atau dibutuhkan tata kelola satu rumah dan satu bank data. Atas landasan itulah, saya mengusulkan kepada Presiden Prabowo Subianto untuk membentuk Badan Pembangunan Ekonomi Pedesaan RI, tegas Guru Besar Unisula Semarang, Prof. Dr. Edi Slamet Irianto saat menerima Audiensi Munas VI APKLI-P 2026 yang dipimpin langsung oleh Ketua Umum, Dokter Mahsun ATMO di Depok Jawa Barat, Minggu, 19/7/2026.
Tokoh nasional yang juga Ketua Umum Pengurus Besar Wadokai Indonesia ini berharap rekomendasi hasil Munas VI APKLI-P yang akan diselenggarakan pada 25-27 Agustus 2026 di Asrama Haji Jakarta difokus untuk menyatukan potensi ekonomi dan sumber daya usaha PKL-UMKM guna mewujudkan pertumbuhan ekonomi nasional 8% target Presiden Prabowo Subianto. Saya meyakini, melalui berbagai kebijakan, diantaranya Danantara, DSI, reformasi perpajakan, bea cukai, dan PNBP, serta penegakan hukum dan pemberantasan korupsi, penerimaan negara akaj meningkat secara signifikan sehingga ekonomi nasional tumbuh 8% mampu diwujudkan.
Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APKLI-P, Dokter Ali Mahsun ATMO menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas kesediaan Prof. Dr. Edi Slamet Irianto menjadi pemateri Seminar Nasional Munas VI APKLI-P 2026 dengan grand tema: Cetak Biru Peran Strategis Peningkatan Penerimaan Negara Dongkrak Kemajuan PKL-UMKM Gapai Ekonomi Nasional Tumbuh 8%. Ide dan gagasan, masukan dan arahan beliau sangat cerdas, realistis dan dibutuhkan PKL-UMKM Indonesia saat ini dan ke depan. Untuk itu, kami catat dan menjadi bahan pertimbangan dalam memutuskan rekomendasi internal dan eksternal organisasi hasil Munas VI APKLI-P 2026.
Beberapa jajaran DPP APKLI-P turut hadir dalam audiensi tersebut. Diantaranya adalah Meihadir Ahmad, SH (Wakil Ketua Umum/Ketua OC), Ahlan Elfaz (Wakil Ketua Umum/Sekretris SC), Dr (Can) Suharto, SS., M.Ikom., MM (Ketua), Hotman Situmorang, SE., M.Si (Ketua), dan, Ilham Yulianto (Wasekjen)
